Tiga belas tahun bukan waktu yang sedikit bagi Abdul Haris Amin (48 thn) hidup di Aceh. Selain sudah seperti tanah sendiri, ia sudah cinta pada wilyah yang pernah diterjang tsunami ini. Meski demikian, setelah dianggap berpengalaman berdakwah di wilayah Aceh, ia justru kembali dipindahkan tugaskan ke Papua. Kedua daerah ini dikenal wilayah konflik, walaupun Aceh sendiri, sejak 1995 Aceh telah dideklarasikan sebangai wilayah damai melalui MoU Helsinki.
Tak ada lagi konflik RI dan GAM.
Wajar saja semua teman-temannya menjulukinya sebagai dai spesialis konflik.
“Hanya teman-teman saja yang menyebut saya da’i spesialis wilayah konflik. Yang saya rasakan hanya soal kesiapan mental dan siap ditugakan kemana saja,” katanya, saat bertemu terakhir kali di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, (2/10/2011), menjelang keberangkatannya bersama anggota keluarga ke Timika, Papua.
Ustaz Haris, begitu kami menyapanya, sejak 1998 hingga lima tahun lamanya bertugas di Pesantren Hidayatullah, Nisam, Aceh Utara. Kemudian pindah ke Medan selama dua tahun dan pasca tsunami Aceh 2004 ditugaskan kembali ke Hidayatullah Cabang Banda Aceh.
Ia mengisahkan, kiat berdakwah di wilayah konflik. Pertama, mengharapkan doa dari teman-teman, supaya selalu dalam lindungan Allah Swt. Kedua, ia terus mengkuti memperhatikan dan arahan pimpinan.
Sebelum ini, akibat konflik, jumlah santri Pesantren Hidayatullah di Nisam, Aceh Utara, turun drastis, dari 120 orang tinggal empat orang lagi. Alhamdulillah sekarang kondisinya mulai normal kembali, dengan jumlah santri 32 orang.
Selain pengalaman di wilayah konflik, mantan Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Aceh ini, juga mendapatkan pengalaman berharga saat tsunami. Ia, sekaligus ikut menjadi relawan, mengurus pengungsi dan membantu rehabilitasi pasca tsunami.
“Tak semua orang bisa mendapatkan dua pengalaman dakwah sekaligus, konflik dan tsunami,” katanya. Ia menyebut hal itu sebagai pendidikan alami yang diberikan Allah padanya.
Alhamdulillah, kini, Hidayatullah di Aceh pasca stunami telah berkembang pesat. Memiliki enam Cabang: di Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Aceh Tenggara, dengan 212 santri/anak asuh dan 30 pengasuh/guru.
Sebelum meninggalkan bumi Aceh, ia menceritakan awal dakwahnya di Propinsi berjuluk Serambi Makkah itu. Saat itu, tugas pertamanya di Jakarta 1983. Selanjutnya berturut-turut pindah ke berbagai daerah: Samarinda, Bontang, ditugaskan lagi ke Jakarta, Menado, Manokwari, Kaltim, Lhokseumawe Aceh Utara, Medan dan Banda Aceh.
Kini, tugas telah menantinya kembali untuk berdakwah di bumi Timika.
“Mohon doa saya dapat bertugas dengan baik dan mencapai target dakwah di Timika,” harapnya.*/ Sayed M Husen, Aceh

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa mengkonsumsi minyak ikan selama masa kehamilan dapat membantu perkembangan otak anak. Namun, menurut hasil penelitian di Spanyol menunjukkan, minyak ikan tidak berarti menjadikan intelektualitas anak tinggi saat ia berusia enam tahun.
Hasil penelitian yang dimuat di American Journal of Cinical Nutrition itu memperkuat hasil penelitian para ahli di Norwegia, yang juga menemukan bahwa tidak ada perbedaan tingkat IQ di kalangan anak berusia 7 tahun, baik ibunya mengkonsumsi minyak ikan atau tidak pada saat hamil dan menyusui.
Para peneliti memang mendapati, anak-anak yang lahir dari ibu dengan tingkat docosahexaenoic acid (DHA) yang tinggi dalam sel darahnya saat mereka dilahirkan, memiliki skor intelejensia di atas rata-rata saat mereka berusia 7 tahun.
Tapi, yang menjadi pertanyaan besar, apakah menambahkan DHA pada asupan makanan ibu hamil benar-benar bermanfaat untuk bayi.
Para peneliti mengamati, tidak ada efek signifikan dari suplemen terhadap fungsi kognitif anak. Tapi, status DHA ibu mungkin berpengaruh pada fungsi kognitif iru di kemudian hari.
Selain itu, DHA dalam jumlah melimpah di darah ibu, bisa jadi didapat bukan semata-mata dari suplemen minyak ikan yang dikonsumsinya selama hamil. Sangat besar kemungkinan, DHA dalam darah ibu berasal dari makanan yang dikonsumsinya jauh sebelum masa kehamilan.
Penelitian itu juga tidak memeriksa asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak setelah ia lahir. Sebab asupan gizi dari makanan anak juga berpengaruh pada perkembangannya kemudian.
Kemampuan kognitif anak selain itu juga dipengaruhi banyak faktor, seperti genetik, stimulus sosial, nutrisi dan lain-lain.
Jadi apakah ibu hamil perlu suplemen minyak ikan agar anaknya cerdas? Campoy, peneliti dari Universitas Granada Spanyol itu tidak bisa menjaminnya dan belum ada bukti ilmiah yang memastikan manfaatnya bagi bayi. Tapi ia menganjurkan agar minyak ikan itu tetap dikonsumsi ibu hamil.
KITA tentu masih ingat pelajaran di sekolah dasar tentang ilmu bumi. Di sekolah, para murid sering menerima penjelasan guru tentang angin Bohorok. Di sana ada bab mengenal jenis angin lokal di daerah pegunungan. Nama “angin Bohorok” pasti dikenal oleh semua siswa yang rajin belajar.
Angin Bohorok, sejenis angin “jatuh”, yang bergerak dari bawah satu sisi gunung, lalu naik ke puncak, lalu turun kembali ke bawah di sisi lain gunung dengan kecepatan tinggi. Ia menerjang apapun yang dilaluinya. Angin yang “jatuh” di daerah pengunungan Bohorok itulah yang sering berhembus di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Nusantara Buana Air (NBA).
Pesawat maskapai Nusantara Buana Air (NBA) pada 29 September 2011 bertolak dari Bandara Polonia Medan pukul 07.28 WIB. Menurut jadwal, pesawat jenis Casa 212 itu akan tiba di Kutacane, Banda Aceh, 35 menit kemudian. Namun pada pukul 12.00 siang, ternyata pesawat berisi 14 penumpang dan 4 kru itu diketahui jatuh tersangkut di pepohonan hutan pegunungan Bohorok.
Hutan tropis asli, “ditakuti” bahkan oleh para petualang sejati. Bukan hanya karena pepohonannya yang lebat dan binatang liarnya, tapi juga karena cuacanya yang sering berubah. Di hutan tropis, hujan bisa turun kapan pun alam mau. Tidak ada yang tahu kapan hujan atau angin kencang akan turun dan berhembus, meski banyak orang bisa mengenali tanda-tandanya.
Memahami kondisi
Kebanyakan dari kita, memang tidak mengetahui kondisi riil tempat kejadian jatuhnya pesawat kecil bermesin turbo propeler, di mana diberitakan dalam posisinya tersangkut di atas pohon itu. Namun, dengan menggunakan sedikit pengetahun yang didapat dari bangku sekolah dulu, kita akan memahami bahwa tempat itu memang bukanlah tempat “yang biasa”.
Hutan, lokasi di mana pesawat jatuh adalah hutan asli, yang terbentuk oleh alam. Seperti kebanyakan hutan tropis asli, sebagian besar pepohonan yang ada bisa tumbuh menjulang tinggi melebihi 15 meter. Katakanlah ada korban yang hidup ketika itu, pastinya, ia tidak akan bisa turun ke tanah dengan leluasa. Melompat dari ketinggian seperti itu setelah mengalami shock berat adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin akan dilakukan.
Bagaimanapun, kita semua memahami kerja keras Tim SAR (Search and Rescue), aparat, yang telah sangat berusaha luar biasa meengvakuasi korban apalagi melihat lokasi dan kendala cuaca yang sulitnya. Toh mereka sudah berusaha, tapi baru bisa mencapai lokasi pada hari ke-3 setelah kejadian.
Hanya saja kita boleh membandingkan, kita pasti iri, melihat kesigapan dan tekad Presiden Chile Sebastian Pinera untuk menyelamatkan 33 penambang emas yang terjebak di bawah tanah selama 69 hari, akibat dinding lokasi pertambangan runtuh pada tahun 2010 lalu.
Ketika itu, operasi penyelamatan sejak 5 Agustus hingga 13 Oktober 2010 yang heroik tersebut disiarkan televisi ke seluruh penjuru dunia.
Pinera menyatakan tidak akan meninggalkan lokasi hingga semua korban bisa dievakuasi. Ia juga tidak peduli berapa pun ongkos yang akan dikeluarkan untuk menyelamatkan korban.
Akhirnya, setelah seluruh daya dan upaya dikerahkan, satu per satu korban bisa diangkut keluar dengan menggunakan “kapsul” buatan lembaga antariksa Amerika Serikat NASA.
Lokasi kecelakaan pesawat NBA di Bohorok memang berbeda dengan lokasi kecelakaan tambang di Chile itu. Satu di atas pohon wilayah hutan di pegungan, satu di bawah tanah sedalam 700 meter.
Tapi untuk kebaikan ke depan, rasanya kita boleh iri dengan Chile atau Tim “K-9 ONE Search dan Rescue”, kelompok relawan yang terdiri dari anjing dan manusia berbasis di Michigan. Mereka dikenal sangat berdedikasi bekerja bersama dengan polisi, pemadam kebakaran dan penanggap darurat lainnya untuk melindungi dengan menghargai nyawa manusia. "K-9 ONE Search dan Rescue", bahkan menyediakan layanan gratis 24 jam sehari, tujuh hari seminggu dan 365 hari setahun. Bahkan Tim ini dilatih khusus secara khusus untuk misi di area hutan belantara dan bekerja di semua jenis kondisi cuaca.
Satu hal yang pasti, bahwa kita manusia yang hidup, berkewajiban memberi pertolongan kepada korban semaksimal mungkin. Apapun caranya dan bagaimanapun tekniknya.
Indonesia, sebagai negara yang sangat rawan bencana terkait kondisi geografis wilayahnya, karenanya dituntut memiliki kesigapan, keterampilan khusus dan dana yang luar-biasa untuk menanggulangi berbagai musibah. Toh APBN telah menganggar masalah bencana!
Kita juga memahami kegeraman pihak keluarga yang terkena musibah. Terlebih keluarga yang mengaku sempat melakukan kontak dengan salah satu korban hidup pada hari kejadian.
“Kalau saja, kalau saja mereka bergerak cepat, tentu korban akan bisa diselamatkan,” begitu ujar mereka.
Alhasil, penanganan evakuasi korban kecelakaan pesawat NBA di Bohorok ini, seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Pejabat dan pemerintah --sebagai lembaga pengelola negara-- seharusnya memberikan sarana dan prasarana yang memadai dalam urusan ini. Tirulah Presiden Chile dan mulailah berlatih mengucapkan sekedar kata bela sungkawa. Tunjukkan bahwa setiap nyawa warga negara Indonesia adalah berharga, sehingga patut untuk diupayakan semaksimal mungkin keselamatannya.
Di sisi lain, walau bagaimanapun, peristiwa ini adalah musibah, – sekuat apapun kita usahakan dan seluas apapun kita berandai-andai – yang pasti, peristiwa ini adalah sesuatu yang telah dikehendaki Sang Maha Kuasa.
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ) (الحديد:22)
Artinya: “Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (Qs. 57:22)
Marilah kita semua mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap musibah yang kita alami. Tidak ada gunanya menyalahkan alam dan tidak ada gunanya meratapi nasib.
SETIAP Setiap hari kita selalu dikepung oleh beragam berita, baik TV, internet, radio, majalah bahkan koran. Umumnya kita jadi ‘tidak karuan’ setelah membaca berita-berita itu. Pada saat yang sama berita-berita yang kita baca setiap harinya juga tidak berdampak signifikan terhadap produktivitas kita sehari-hari. Lebih-lebih terhadap peningkatan kualitas iman.
Apalagi berita yang dimuat media massa belakangan ini --baik dalam mapupun luar negeri-- cenderung kurang obyektif, khususnya ketika mengabarkan hal-ihwal umat Islam. Belum lagi program hiburan yang cenderung kurang etis.
Karena itu, adagium yang mengatakan bahwa kesalahan yang ditampilkan secara terus-menerus perlahan akan dianggap benar. Sedangkan kebenaran yang tidak pernah ditampilkan sudah pasti akan asing dan karena itu dianggap tidak benar, hari ini, bukanlah pepesan kosong.
Permainan opini di media berhasil menggiring manusia pada satu pemahaman dan gerakan yang seringkali justru tidak memberikan manfaat apa-apa bagi kehidupan kita, baik sebagai warga negara, bangsa maupun sebagai seorang Muslim. Yang ada justru makin menambah rasa gundah.
Prioritas Hidup
Tujuan utama diciptakannya manusia tiada lain hanyalah beribadah kepada Allah SWT. Beribadah kepada Allah SWT tidak bisa dilakukan kecuali orang yang berilmu. Tetapi ilmu yang tidak menguatkan iman juga tidak akan mendorong seorang manusia untuk benar-benar beribadah kepada-Nya.
Siapa yang tidak mafhum, jika mayoritas pejabat dan penduduk negeri ini beragama Islam. Tetapi, siapa yang tidak tahu kalau ternyata negeri ini adalah negeri Muslim terbesar yang korupsi menjadi budaya sebagian besar pejabat dan rakyatnya yang tentu juga beragama Islam.
Fenomena tersebut cukup menjadi bukti bahwa kita semua berkewajiban menjaga diri dan keluarga tertular virus yang membinasakan itu. Korupsi yang membudaya tersebut disebabkan oleh kelirunya mereka dalam menentukan prioritas hidup.
Allah SWT menjelaskan dengan gamblang bahwa pertama dan utama yang harus diupayakan oleh setiap Muslim adalah senantiasa menumbuhkan keimanan dan menjaga kualitasnya. Sebab iman itulah pangkal keselamatan umat manusia. Dengan iman orang rajin menuntut ilmu, dengan iman orang berani berjihad, dengan iman orang bisa menjadi pemimpin adil, bijaksana, dan pemberani.
Tetapi, hal inilah yang ditinggalkan oleh sebagian besar umat Islam di negeri ini. Faktanya sederhana, hampir dapat dipastikan bahwa seluruh anggota DPR setiap harinya selalu membaca koran. Tidak cukup koran mereka lihat internet. Tetapi bisa dipastikan, sangat sedikit di antara mereka yang setiap harinya membaca al-Qur’an.
Adakah kira-kira anggota dewan kita menjadikan al-Quran sebagai acuan menyelesaikan masalah dan persoalan, selain data penunjang bersumber dari media? Boleh jadi masih belum.
Mayoritas umat Islam, termasuk generasi muda telah disibukkan oleh hal-hal yang kurang memberi faedah. Baik bagi kepentingan duniawi apalagi ukhrawinya. Tidak perlu dibantah lagi bahwa kebanyakan anak-anak muda kita membuka akun Facebook-nya seolah-olah telah menjadi kebutuhan hidup setelah sandang, pangan dan papan.
Namun mereka sangat jarang --bahkan mungkin-- sangat berat untuk membaca dan mentadabburi al-Qur’an. Bahkan ada yang selama satu bulan atau sampau satu tahun tak menyentuh kitab sucinya, kecuali bulan Ramadhan saja.
Jika hal ini terus terjadi dan menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat kita, tentu kita bisa memastikan, rujukan gaya hidup mereka sehari-hari bukanlah al-Quran.
Kondisi inilah yang menjadikan kita cenderung mudah tertipu oleh dunia yang pragmatis, sehingga bertindak tidak atas dasar keridoan Tuhan tetapi atas logika materialisme.
Padahal berupaya untuk bisa bertindak atas dasar iman, itulah prioritas hidup yang hakiki.
Kuatkan Iman
Adakah masalah yang tidak bisa diatasi dalam hidup ini? Tentu semua bisa diatasi. Al-Qur’an menjamin hal tersebut. Al-Qur’an adalah obat (penyakit apa saja yang dialami kehidupan manusia), rahmat, dan petunjuk bagi orang yang beriman (benar keimanannya).
Ternyata, apabila kita telusuri secara cermat, hal utama dan pertama yang harus dilakukan oleh setiap Muslim ialah memperkuat keimanannya kepada Allah SWT. Hal tersebut bisa kita saksikan salah satunya dengan cara memperhatikan riwayat para nabi dan rasul-Nya.
Semua Nabi dan Rasul Allah menangan atas musuh-musuhnya bukan dengan persenjataan, kekuatan dana, dan banyaknya pasukan. Tetapi karena kualitas keimanannya. Sebab hanya dengan iman seorang Muslim akan mampu menjadi insan yang muttaqin.
وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ فَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. 3: 123).
Bagaimana Allah menolong pasukan Muslim yang kecil dan tak bersenjata lengkap itu?
قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَأُخْرَى كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ وَاللّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَن يَشَاءُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لَّأُوْلِي الأَبْصَارِ
“Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur) Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.” (QS. 3 (Ali Imron): 13).
Logika manusia biasa (lebih-lebih yang tidak beriman) pasti mengatakan bahwa yang banyak jumlahnya, lengkap senjatanya pasti akan menang. Tetapi faktanya tidak. Perang Hunain membuktikan hal tersebut. Bahwa ternyata banyaknya pasukan, lengkapnya senjata sama sekali tidak menjamin sebuah kemenangan bisa diraih.
“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (QS. 9 (Attaubah): 25).
Tak sedikit ada penyakit dalam diri umat hari ini. DI mana mereka lebih suka berbangga-bangga jamaah dan jumlah. Meski sebenarnya, jumlah yang mereka bangga-banggakan itu tak pernah berarti bagi kemenangan Islam.
Karenanya, keimanan atau dengan bahasa lain, kualitas tauhid dan iman umat Islam, itu jauh lebih baik, dibanding jumlah yang banyak namun kualitasnya hanya seperti buih di lautan.
Jadi beriman itu penting dan mengimani apa yang diturunkan kepada rasulullah saw adalah perkara mendasar yang harus dijaga kualitasnya. Jika demikian mengapa kita tidak berusaha untuk selalu akrab dengan al-Qur’an?
Utamakan Sabar
Salah satu buah keimanan yang sangat istimewa ialah kesabaran.Nabi Muhammad berhasil membangun Madinah sebagai profil negara terbaik di dunia sepanjang masa karena kesabaran dan kesungguhan dalam menerapkan iman dalam kehidupan.
Sabar memang mudah diucapkan tetapi teramat berat untuk dilaksanakan. Namun bagi yang beriman, sabar adalah energi. Energi untuk tetap optimis, disiplin dan tekun dalam menjalani kehidupan dengan ketaatan penuh kepada Allah dan rasul-Nya.
Lihatlah perjalanan panjang Nabi Yusuf. Ia dilempar ke dalam sumur, kemudian difitnah hendak memperkosa istri tuannya, dan akhirnya dijebloskan ke dalam penjara. Semua ujian itu dihadapi dengan sabar tanpa kehilangan prinsip hidupnya, yakti tauhid.
Nabi Yusuf tidak pernah berusaha membalas perbuatan jahat saudara-saudaranya, kekejian istri tuan yang telah memfitnahnya. Bahkan Nabi Yusuf ikhlas berada dalam penjara, yang penting imannya terjaga.
قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلاَّ تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ الْجَاهِلِي
Yusuf justru berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (QS. 12 (Yusuf): 33).
Sekiranya logika Nabi Yusuf ini digunakan oleh presiden, para menteri, anggota DPR dan seluruh umat Islam di Indonesia, tentu akan adil makmurlah negeri ini.
Faktanya jelas, dengan bersabar di dalam penjara, dan konsisten mempertahankan keimanannya, Nabi Yusuf diangkat oleh Allah SWT menjadi perdana menteri yang berhasil menyelamatkan rakyat Mesir dari paceklik dan kelaparan selama 7 tahun lamanya.
Bahkan nama Nabi Yusuf diabadikan di dalam al-Qur’an. Apalagi kalau bukan karena Allah ridha kepada Nabi Yusuf selain karena kesabarannya?
Kesimpulannya, marilah kita senantiasa berupaya mempertajam kualitas iman kita dengan berlomba-lomba memperkuat iman dan menunjukkan keislaman kita, bukan berbangga pada jumlah.Imam Nawawi
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Herlini Amran memberikan apresiasi kepada jemaah haji asal Mentawai yang untuk pertama kali bisa berangkat ke tanah suci untuk untuk menunaikan ibadah haji. Hal itu disampaikan Herlini saat melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji embarkasi Padang (2/10/2011) kemarin di Kota Padang.
Menurut Herlini, tahun ini ada sebanyak 35 (tiga puluh lima) JCH yang berasal dari Kabupaten Mentawai. Ini merupakan pertama kali JCH dari Mentawai berangkat. Di antaranya ada yang muallaf.
“Kita sangat bersyukur karena tahun ini semua daerah Kota/ Kabupaten sudah mengirimkan jemaahnya termasuk Mentawai,” ujarnya.
Kabupaten Mentawai didirikan apda tahun 1999 sesuai dengan Undang-Undang No.49 Tahun 1999 sebagai pemekaran dari Kabupaten Padang Pariaman Propinsi Sumatera Barat. Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah 70.174 orang dengan penduduk laki-laki sebanyak 36.479 orang dan penduduk perempuan sebanyak 33.695 orang.
Catatan
"Tahun ini keberangkatan jemaah calon haji (JCH) melalui embarkasi Padang sebanyak 7870 jemaah. Di mana ada 3 Propinsi yang memberangkatkan JCH melalui embarkasi Padang yakni: Sumatera Barat, Jambi dan Bengkulu yang terbagi dalam 22 kloter.
Keberangkatan JCH melalui embarkasi Padang meningkat dibanding tahun lalu dengan jumlah 7511 JCH. Hingga saat ini embarkasi Padang sudah memberangkatkan 6 kloter JCH. Untuk kloter pertama khusus dari Sumatera Barat tahun ini memberangkatkan 355 JCH. JCH yang paling tua berusia 87 tahun dan yang paling mua usia 34 tahun", ungkap Herlini yang juga anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Kepri ini.
Herlini juga menjelaskan terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji melalui embarkasi Padang, ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
Pertama, kondisi tempat tidur di asrama haji yang bertingkat, sementara JCH banyak yang sudah tua tentu mereka menjadi kesulitan untuk naik menempati tempat tidur bagian atas. Sehingga tempat tidur yang bagian atas tidak terpakai.
Kedua, kita mendukung JCH yang berangkat diprioritaskan yang tua, namun harus diperhatikan juga pendampingnya. Walaupun Kabid Haji sudah menitipkan mereka kepada Ketua Kloter/ Ketua Kelompok, namun tetap masih membawa kendala yang cukup serius karena tidak mungkin mereka bisa memperhatikan sedemikian karena banyaknya jemaah dan medan yang sulit, apalagi jika dapat pemondokan yang jauh.
“Sebagai solusinya kami minta Kementerian Agama bisa mengatur mekanisme agar keluarga yang menjadi pendamping bisa berangkat dalam kloter yang sama tanpa dipisahkan.”
Ketiga , terkait dengan JCH yang mendapat kuota tambahan, perlu dibuatkan mekanisme manasik haji supaya mereka memiliki pemahaman haji yang memadai.
Keempat, karena kompleksnya masalah bangsa kita, kami menyerukan agar jemaah haji mendo’akan di tanah suci untuk kebaikan umat dan bangsa.
Kelima , agar petugas haji lebih memperhatikan jemaah yang memiliki resiko tinggi karena dalam 1 (satu) kloter hanya memiliki 1 orang dokter dan 2 (dua) tenaga perawat. Petugas kesehatan tersebut harus memprioritaskan tugasnya jangan sampai jemaah mendapatkan kesulitan dalam menemui mereka apalagi jika penempatan penginapan atau rumah tinggal mereka terpisah. Keenam, Kemenag perlu memberikan panduan praktis bagi petugas kesehatan sehingga mereka bisa menjalankan ibadah dengan tetap menunaikan tugas mereka dengan baik.
Sebagaimana diketahui musim haji tahun 2011 Indonesia mendapatkan kuota 221.000 jemaah haji (termasuk kuota tambahan 10 ribu jemaah). Hal ini menunjukkan bahwa dari 237,6 juta jiwa penduduk Indonesia, maka yang berangkat haji masih di bawah 10%. Sedankan dengan biaya naik haji (direct cost) rata-rata sebesar Rp30.771.900. Angka tersebut turun dibanding dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp31.080.600.
"Harapan dan do'a semoga jemaah haji dapat pulang dengan selamat, mendapatkan haji yang mabrur dan membawa perubahan bagi bangsa dan negara. Untuk Pemerintah semoga pelayanan yg diberikan lebih baik dari tahun lalu," kata Herlini.
Di tengah krisis yang berkepanjangan, zakat seolah menemukan momentum sejatinya, karena banyak cendekiawan muslim meyakini bahwa kemiskinan dan kefakiran dapat ditanggulangi melalui zakat. Tak hanya itu, memerangi kemiskinan dan kefakiran dengan zakat juga merupakan jalan jihad untuk mendapat ridho Allah SWT yang sesungguhnya.
"Jihad itu jelas, musuh yang dihadapi adalah setan dan hawa nafsu. Kalau memusuhi makhluk sesama manusia seperti yang dilakukan seperti di Solo, kemarin, itu namanya bukan jihad. Jihad dengan mudah mengkafirkan orang lain yang tidak segolongan dengannya juga tindakan yang salah," tutur Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Masruri Mughni saat memberikan tausiah pada acara Halal Bihalal dan Workshop Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Zakat Produktif yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah di Hotel Semesta, Sabtu (1/10/2011) sebagaimana dikutip suaramerdeka.com.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Dua Benda Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes itu, orang dapat disebut kembali suci pada Idul Fitri dikarenakan telah menunaikan kewajiban berzakat. Namun, persepsi yang kini tengah berkembang di tengah masyarakat yang menganggap bahwa zakat merupakan bentuk santunan dari orang yang mampu kepada yang tidak mampu.
"Persepsi itu harus diubah. Jadikan zakat sebagai upaya pengentasan kefakiran. Saya tidak sepakat dengan istilah miskin tapi lebih tepat dengan fakir. Kalau fakir itu orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan harta. Zakat itu tujuannya mengangkat dari fakir menjadi mampu. Sistemnya dirubah, pemberian zakat kepada orang fakir hingga dapat berusaha dan bangkit untuk memperoleh pekerjaan tetap," paparnya.
Ia mencontohkan, memberi modal orang fakir untuk mengembangkan usaha baru dapat menjadi sistem distribusi zakat saat ini. Sehingga manfaat zakat lebih mengena dan mengangkat perekonomian dengan sesungguhnya.
Ketua MUI Jateng Drs KH Ahmad Darodji MSi menjelaskan, dari data statistik 2010, kemiskinan di Jawa Tengah mencapai 5.359 juta atau sekitar 16,5 persen dari total penduduk. Kemiskinan itu, menurutnya, terjadi karena faktor kultural dan struktural.
"Kemiskinan yang disebabkan karena faktor kultural dapat dientaskan melalui motivasi dan pendidikan, sedangkan faktor struktural dapat dilakukan dengan pemberdayaan, pemberian modal, latihan keterampilan, bimbingan serta monitoring dan evaluasi setelahnya," katanya.
Pihaknya berharap, pengelolaan zakat yang profesional seperti Badan Amil Zakat, Infaq dan Sedekah (Bazis) dan lembaga lainnya, dapat dilakukan bersama-sama dalam rangka memberdayakan perekonomian masyarakat.
Caranya, menurut Ahmad Darodji, jumlah nama, alamat dan penerima zakat diketahui dengan pasti untuk memudahkan keterampilan dan besarnya modal yang diberikan.
Pernyataan tersebut disampaikan dari Ustad Yusuf Mansyur saat ditanya beberapa wartawan di Rutan Kelas 1 Solo Rabu (28/9) usai mengisi acara Tabligh Akbar yang dihadiri warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Surakarta di Solo.
“Sudahlah tidak usah digembar-gemborkan tentang berita itu,“ ujarnya sambil berjalan agak cepat.
Menurutnya, kita harus mengkondusifkan keadaan. Sebab jika pemberitaan tersebut terus di blow-up malah semakin memperuncing permasalahan.
Dalam Tabligh Akbar tersebut Yusuf Mansyur menjelaskan bahwa pentingnya dalam mentadaburi al-Qur’an. Orang yang selalu mentadaburi al-Qur’an, Allah mudahkan di setiap kesulitan hidupnya.
Ia berkisah tentang seorang pedagang mie ayam yang istiqomah dalam menghafal al-Qur’an dan menututp warungnya untuk mendahulukan menghafal al-Qur’an sebelum buka.
Selang beberapa waktu datanglah rombongan empat mobil. Dan diketuklah warung itu oleh rombongan tersebut untuk membeli mie ayam.
“Subhanallah begitu kiranya saat kita mengutamakan ibadah kepada Allah. Allah pun tentu lebih memudahkan di setiap kehidupan kita,” ujarnya.
Yusuf juga memberikan motivasi kepada warga binaan yang berjumlah 300-an orang. Tak lupa, ia menceritakan masa lalunya, yang ia sebut sebuah skenerio besar yang semua orang tidak mengetahuinya.
“Dulu saya dipenjara selama dua tahun. Selama di penjara saya mampu menghafalkan beberapa juz al-Qur’an,” ujar pemimpin komunitas Wisaha Hati ini.
“Saya berdoa semoga warga binaan semua di sini jika keluar mampu menjadi penghafal-pengahafal al-Qur’an,” dalam pesannya di akhir doa dan langsung disambut “amin” para jamaah.
Menurut M. Hilal, Kepala Rutan Kelas 1 Surakarta di Solo, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan. Tabligh Akbar bersama Ustadz Yusuf Mansyur merupakan rangkaian kunjungannya ke beberapa daerah termasuk Kota Solo.
Karena di Rutan terdapat Pondok Pesantren Daarul Qur’an yang dulu beliau resmikan, maka acara ini sekaligus untuk memonitor bagaimana perkembangan Pondok Daarul Qur’an.
“Saya beharap dengan adanya pondok tersebut akan mampu berubah moral warga binaan dan menghapus kesan negatif yang selama ini selalu melekat pada seorang yang pernah di penjara,” ujar M Hilal kepada para wartawan.*/fujamas/kru FAI/Bekti Sejati
 |
| OLAH RAGA |
Untuk mendorong remaja agar berhenti merokok bisa jadi lebih efektif jika dibarengi dengan mengajaknya berolahraga.
Menurut hasil studi terbaru yang dimuat di jurnal Pediatrics, aktif berolahraga dapat membantu remaja perokok meninggalkan kebiasaan buruknya itu.
Dalam program No On Tobacco (NOT) yang diselenggarakan Asosiasi Paru-Paru Amerika, remaja perokok yang diajak berolahraga rata-rata tingkat berhenti merokoknya mencapai 31 persen.
Ide studi baru itu dilatarbelakangi fakta bahwa sejumlah penelitian terhadap orang dewasa menegaskan bahwa olahraga dapat membantu perokok untuk berhenti merokok.
Studi dilakukan di West Virginia di mana jumlah perokoknya cukup tinggi sementara tingkat olahraganya rendah.
"Kami merasa, sepertinya olahraga penting untuk anak-anak ini dan efek untuk tidak merokoknya bisa ditingkatkan," kata Kimberly Horn dari fakultas kedokteran di Universitas West Virginia, Morgantown, yang memimpin penelitian itu.
Untuk membuktikan dugaan tersebut, Horn dan timnya menugaskan secara acak 19 sekolah menengah atas untuk menjalani program berhenti merokok dengan atau tanpa olahraga. Mereka disuruh memilih, lalu menjalaninya dengan didampingi fasilitator program.
Secara keseluruhan ada 233 siswa yang ikut dalam program berhenti merokok itu.
Setelah enam bulan hasil kajian itu menunjukkan, para siswa yang mengikuti program berhenti merokok dengan standar NOT ditambah olahraga rata-rata berhentinya 31 persen. Bandingkan dengan yang mengikuti program standar dengan tingkat rata-rata berhentinya 21 persen dan yang diberi sedikit pengarahan selama program berhenti merokok di bawah 16 persen.
Sayangnya, studi itu tidak mengukur sebanyak apa olahraga yang dilakukan oleh para siswa, sehingga tidak jelas perubahan fisik mereka dalam hubungannya dengan keberhasilan mereka berhenti merokok.
Namun menurut Horn, meskipun porsi olahraga yang dilakukan terbilang kecil, hal itu memberikan pengaruh positif sehingga remaja lebih mudah berhenti merokok.
Horn berharap, setelah para remaja berhasil meninggalkan kebiasaan merokok dengan bantuan olahraga, mereka tidak lantas berhenti berolahraga. Horn menyarankan agar mereka terus berolahraga, selain untuk melupakan kebiasaan buruk tersebut juga untuk menjaga agar tubuhnya itu tetap bugar.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, mengatakan bahwa pemerintah Indonesia harus mengacu pada konstitusi dalam menyikapi upaya Palestina memperoleh pengakuan kedaulatan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
"Menurut saya, yang terpenting sikap Indonesia terhadap Palestina di sidang PBB harus tetap mengacu pembukaan UUD 1945," katanya dalam Seminar Sosialisasi Empat Pilar, Urgensi Perubahan Kelima UUD 1945: Konsolidasi Demokrasi dan Jati Diri Bangsa, di kantor International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, Jumat (23/9).
Hasyim mengatakan, dalam pembukaan UUD 1945 ditegaskan bahwa Indonesia harus antipenjajahan dan turut menciptakan perdamaian dunia.
"Jadi, dasarnya UUD 1945 saja. Indonesia harus antipenjajahan. Indonesia harus melawan ketidakadilan dan membantu perdamaian dunia," katanya.
Indonesia, kata Hasyim, jangan sampai takut dalam bersikap hanya karena berbeda pendapat dengan negara lain lain, termasuk Amerika Serikat (AS).
"Jangan lalu ngeper karena kemauan orang lain. Jangan sampai karena mengikuti kemauan orang, lalu Indonesia mengkhianati amanat konstitusi," katanya.
Dikatakannya, Indonesia wajib memperjuangkan kemerdekaan Palestina, meskipun perjuangan itu belum tentu berhasil untuk saat ini atau dalam waktu dekat.
"Itu hukumnya wajib, berhasil atau tidak urusan belakang. Pangeran Diponegoro berjuang lama, tapi ratusan tahun kemudian baru Indonesia merdeka," kata pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu.
Soal ancaman AS yang akan menggunakan hak veto untuk mementahkan dukungan banyak negara bagi kemerdekaan Palestina, Hasyim mengatakan, hal itu akan memperjelas sikap mendua AS terhadap demokrasi yang selama ini dikampanyekannya ke seluruh penjuru dunia.
"Kalau memang diveto Amerika, ya biar jelas bahwa demokrasi Amerika itu tulus atas dasar tata nilai atau tidak? Kalau dasarnya tata nilai, Amerika harus mengakui Palestina," katanya.
Terkait peran ICIS dalam perjuangan kemerdekaan Palestina, Hasyim yang juga Sekretaris Jenderal ICIS itu mengungkapkan, pihaknya telah menggelar banyak forum yang melibatkan tokoh dunia dalam rangka mendukung kemerdekaan Palestina.
Selain itu, pihaknya juga telah menghubungi ulama-ulama ICIS di seluruh dunia agar berperan mendorong negara-negara masing untuk mendukung Palestina.
"Kami telah lakukan itu. Kalau usaha ini tidak berhasil sekarang, semoga ke depan akan berhasil," demikian Hasyim Muzadi.